Paguntara.com, TANJUNG SELOR – Pasca gempa bumi yang mengguncang Tarakan pekan lalu, DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meminta pemerintah provinsi bersama BPBD kabupaten dan kota segera melakukan pendataan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur publik, serta menyiapkan langkah pemulihan jangka pendek maupun jangka panjang.
Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir menegaskan penanganan bencana harus dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan seluruh pihak terkait supaya respon tanggap darurat bisa lebih cepat, efektif dan tepat sasaran.
“Penanganan pasca gempa harus cepat dan tepat. Pemerintah perlu memetakan berapa banyak kerusakan agar dapat segera diturunkan bantuan dan perbaikan bisa cepat dilakukan tanpa menunggu lama,” ujar Nasir, Rabu (13/11) lalu.
Ia akui edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek yang tidak kalah penting. Warga perlu memahami langkah-langkah aman saat terjadi gempa, mulai dari evakuasi, mencari titik aman, hingga menyelamatkan keluarga dan barang penting.
“Masyarakat harus tahu cara bertindak saat terjadinya bencana. Edukasi dan sosialisi mengenai hal ini penting mengingat semakin cepat mereka paham langkah aman, semakin kecil risiko korban dan kerugian,” tambahnya.
DPRD juga mendorong pemerintah untuk melakukan percepatan identifikasi terhadap dampak bencana secara menyeluruh, termasuk kondisi rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan gedung pelayanan publik lainnya.
Hasil pendataan ini menjadi dasar penyusunan program pemulihan darurat dan jangka panjang, serta penentuan prioritas perbaikan infrastruktur.
“Koordinasi antar instansi sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Semua pihak harus bekerja sama secara menyeluruh,” pintanya.
Ia menegaskan kesiapsiagaan bencana harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, karena gempa maupun bencana alam lain bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
“Jangan menunggu terjadinya bencana lagi. Semua pihak harus proaktif, mulai dari edukasi, perencanaan, hingga pemulihan pasca gempa,” tambahnya.
Pernyataan DPRD muncul di tengah upaya pemerintah daerah dan BPBD Tarakan yang telah memulai pendataan dampak gempa dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. (ifa)












