Kaltara Lirik Investor Qatar, DPRD: Momentum Emas Jadi Pilar Energi Nasional
Paguntara.com – TANJUNG SELOR– Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam membuka keran investasi di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) mendapat lampu hijau dari legislatif.
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie menyatakan dukungan penuhnya terhadap penjajakan kerja sama dengan investor asal Qatar yang tengah berlangsung.
Djufrie menilai kolaborasi internasional ini bukan sekadar urusan bisnis biasa, melainkan “momentum emas” bagi Kaltara untuk naik kelas di kancah global.
Dalam keterangannya, Djufrie menegaskan bahwa potensi sumber daya alam Kaltara yang melimpah harus dikelola sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Namun, ia memberikan catatan kritis: investasi tidak boleh hanya indah di atas kertas.
“Ini adalah momentum strategis. Selain meningkatkan angka *lifting* nasional, investasi ini harus menjadi mesin penggerak ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan energi kita,” ujar Djufrie.
Sebagai representasi rakyat, DPRD Kaltara berkomitmen mengawal setiap proses perizinan agar tetap transparan dan sesuai regulasi.
Djufrie menggarisbawahi tiga poin utama yang wajib dipenuhi oleh para investor migas di antaranya :
Prioritas Tenaga Kerja Lokal yakni Perusahaan diwajibkan menyerap tenaga kerja asli Kaltara untuk menekan angka pengangguran.
Kontribusi PAD dengan optimalisasi sektor migas harus berdampak signifikan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sinergi Kawasan Industri yakni Penguatan sektor migas harus selaras dengan percepatan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Mangkupadi sebagai motor ekonomi baru.
Posisi geografis Kaltara yang strategis menjadikannya destinasi investasi yang sangat kompetitif.
Djufrie optimistis, dengan iklim investasi yang sehat, Kaltara akan segera bertransformasi menjadi penyangga utama kebutuhan energi di Indonesia.
“Saatnya Kaltara berdiri tegak sebagai kekuatan energi nasional. Investasi yang masuk harus memberi nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar angka-angka statistik,” pungkasnya.
Penjajakan dengan Qatar ini diharapkan segera mencapai kesepakatan konkret, membawa teknologi dan modal yang dibutuhkan untuk mengeksploitasi kekayaan alam Kaltara secara berkelanjutan. (***)












