Cek Kesiapan Dapur MBG Tarakan, Yoko Handani Dorong Penerapan Sistem Prasmanan Bertahap

Cek Kesiapan Dapur MBG Tarakan, Yoko Handani Dorong Penerapan Sistem Prasmanan Bertahap

Paguntara.com-TARAKAN, Tim Asistensi Wilayah Kalimantan Utara, Yoko Handani, S.E,M.M bergerak kembali melakukan tinjauan ke dapur MBG di kawasan pasir putih, tepatnya di Karang Anyar RT 46, Tarakan, Senin (2/11/2026)

Ia bersama tim lainnya yakni Donna Amelia dan Makbul melakukan pemeriksaan satu persatu secara menyeluruh mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), keadaan dapur yakni tempat memasak, mencuci omprengan (tempat makan) hingga penempatan stok bahan basah dan kering.

Menurut Yoko, kedatangannya bersama tim selain melakukan pengecekan operasional dapur MBG juga menyampaikan terkait pilot project makan secara prasmanan mengingat dari hasil kunjungannya beberapa waktu di dapur SPPG Pamusian ada yang sudah siap dan ada yang belum.

“Selama ini pihak SPPG menyiapkan makan dari dapur mereka, dikemas lalu dikirim dalam bentuk omprengan, kalau prasmanan makanan akan dikirim langsung dalam porsi banyak dan akan disiapkan di masing-masing sekolah yang menjadi tempat layanan mereka, makanya ini pasti ada penyesuaian, tapi kita tetap minta pihak mereka mulai melakukan percobaan untuk satu atau dua kelas atau malah satu sekolah dulu, bertahap lah.” Ungkapnya.

Sementara Kepala SPPG Karang Anyar RT 46, Andi Risa Adian Kembara, menjelaskan bahwa dapur yang dipimpinnya melayani kebutuhan makan bergizi untuk sembilan titik sekolah dan posyandu di wilayah sekitar.

Untuk setiap harinya, dapur ini menyiapkan sekitar 2.611 porsi makanan yang didistribusikan secara bertahap melalui dua sesi waktu pengantaran.

Menanggapi terkait mode prasmanan, pihak pengelolaan SPPG menyatakan akan terlebih dahulu mengkomunikasikan rencana penerapan sistem prasmanan ini dengan para mitra, mengingat perlunya penyesuaian terkait kesiapan fasilitas serta peralatan pendukung di lapangan.

“Menu makanan yang disajikan telah diatur dan dipastikan langsung oleh ahli gizi untuk menjaga standar mutu kesehatan. Jadi untuk prasmanan pasti ada penyesuaian dan kami tidak bisa langsung memutuskan karena harus komunikasi dengan Mitra dulu.” Sebutnya.

Di lapangan, terkait pasokan bahan, dirinya mengatakan tidak ada kendala yang berarti, kekurangan bahan baku akan segera ditangani mengingat akses belanja di sekitar lokasi yang cukup dekat.

Dengan dukungan kurang lebih 50 personel yang terdiri dari relawan dan petugas keamanan, pihak pengelola berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kelancaran penyaluran gizi bagi para pelajar di Kota Tarakan. (Ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.