Tim Asistensi Kaltara Cek Ketat SOP Dapur MBG, Pastikan Higienitas dan IPAL Sesuai Standar

Tim Asistensi Kaltara Cek Ketat SOP Dapur MBG, Pastikan Higienitas dan IPAL Sesuai Standar

Paguntara.com-TARAKAN, Tim Asistensi Wilayah Kalimantan Utara, Yoko Handani, S.E., M.M., bersama timnya melakukan peninjauan menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa tempat di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan, Senin (2/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, peninjauan difokuskan secara detail pada aspek kebersihan fasilitas, suhu ruangan, hingga pengelolaan limbah dapur.

Yoko menegaskan bahwa penerapan SOP harus dijalankan secara ketat demi menjamin kualitas dan higienitas makanan yang dihasilkan bagi para penerima manfaat.

“Mulai dari temperatur atau suhu pemasangan AC yang berkisar 20 hingga 30 derajat, hingga pemeriksaan penempatan stok bahan basah dan kering, semuanya dicek tanpa pengecualian,” ujar Yoko di lokasi peninjauan.

Selain itu, ia juga menyoroti kebersihan fasilitas penunjang pengolahan makanan seperti rice steamer cabinet (lemari pengukus nasi) dan mesin pendingin (freezer).

Menurutnya, peralatan tersebut wajib dibersihkan secara berkala setiap hari untuk memastikan tidak ada sisa noda atau kotoran yang tertinggal.

“Lemari pengukus nasi harus benar-benar dalam keadaan bersih dan dibersihkan setiap hari. Mesin pendingin juga tak luput dari pengecekan; noda-noda yang masih tersisa wajib dibersihkan,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada kebersihan alat masak dan bahan utama yang segar, Tim Asistensi juga memeriksa detail bahan pelengkap seperti tepung bumbu, saus, hingga kecap untuk memastikan masa kedaluwarsanya masih aman.

Aspek krusial lainnya yang mendapat sorotan ketat dari tim adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pihak pengelola diminta untuk benar-benar memperhatikan standar teknis pengelolaan limbah dengan jadwal pembersihan yang rutin.

“Standar IPAL di sini Pihak pengelola wajib memperhatikan karena tim tidak mau terjadi masalah limbah yang tidak diinginkan. Minimal harus ada jadwal rutin pembersihan IPAL ini,” tegasnya.

Terkait fasilitas IPAL, Tim Asistensi memberikan perhatian khusus karena aspek ini menjadi salah satu indikator penting kelayakan lingkungan dapur skala besar.

Dapur pengolahan makanan seperti MBG diwajibkan memiliki sistem IPAL mandiri yang memenuhi standar teknis, meliputi:
Penyaring Lemak dan Minyak (Grease Trap) itu wajib dipasang pada saluran pembuangan air dari area cuci piring dan pengolahan makanan untuk mencegah minyak serta sisa lemak padat mencemari saluran drainase umum.

Kapasitas dan Aliran Air Limbah dengan desain bak kontrol dan penampungan harus disesuaikan dengan volume air limbah harian agar tidak terjadi endapan, luapan, ataupun bau tidak sedap di sekitar kawasan dapur.

Jadwal Pemeliharaan Rutin yakni Pengelola harus memiliki agenda berkala untuk pengurasan bak kontrol dan perawatan filter IPAL guna memastikan instalasi selalu berfungsi optimal dan ramah lingkungan.

Selain itu, melalui peninjauan ketat ini, penggunaan sistem pendingin ruangan yang optimal, sterilisasi alat masak, serta pengawasan bahan baku secara menyeluruh diharapkan mampu konsisten menghasilkan makanan yang higienis dan berkualitas tinggi. (Ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.