
Uji Coba Makan Prasmanan Program MBG di Tarakan: Tim Asistensi Apresiasi Kesiapan SPPG Pamusian 2 dan Sambutan Positif Siswa
Paguntara.com-Tarakan, Ketua Tim Asistensi Wilayah Kalimantan Utara, Yoko Handani, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tarakan, salah satunya meninjau langsung operasional SPPG Pamusian 2 di Kecamatan Tarakan Tengah. Kunjungan ini sekaligus memantau uji coba penerapan metode makan secara prasmanan yang mulai diuji di lapangan.
Dalam arahannya, Yoko menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh sekadar menjadi rutinitas bagi-bagi makanan semata. Aspek mutu gizi, kelancaran operasional, ketepatan distribusi, hingga kebersihan dan higienitas bahan makanan dari dapur SPPG hingga ke tangan penerima manfaat wajib menjadi prioritas utama.
“Jadi MBG tidak hanya membagi makanan saja, tapi juga kelancaran operasional, ketepatan distribusi, jaminan mutu gizi, higienisnya makanan dari dapur SPPG langsung ke tangan penerima manfaatnya wajib diperhatikan,” tegas Yoko di sela-sela peninjauannya.
Ia juga menambahkan bahwa metode penyajian ke depan mulai diarahkan pada sistem prasmanan guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan mengurangi risiko makanan yang kurang fresh.
Selain itu, pengawasan di setiap dapur produksi MBG juga diperketat dengan pemasangan kamera CCTV yang terhubung langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, serta rencana perluasan asistensi ke dapur SPPG di lima kabupaten/kota se-Kalimantan Utara.
Sementara inovasi uji coba metode makan prasmanan tersebut salah satunya telah diterapkan di SMA Muhammadiyah Tarakan, yang berlokasi di kawasan Ladang, Kecamatan Tarakan Tengah. Berdasarkan peninjauan di lapangan, uji coba ini dilaksanakan di kelas XI A dan XI B dengan jumlah siswa masing-masing kelas sebanyak 34 orang.
Dalam pelaksanaannya, proses pengambilan makanan di kelas dipersiapkan langsung oleh perwakilan siswa sebanyak 5 hingga 6 orang.

Sebelum bertugas mengambil dan menyajikan makanan, para siswa diwajibkan mencuci tangan serta mengenakan sarung tangan demi menjamin standar higienitas tetap terjaga.
Sementara itu, standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG Pamusian 2 sendiri terpelihara secara ketat.
Seluruh petugas dapur diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari masker hingga pelindung kepala khusus untuk menutupi rambut agar kebersihan pengolahan makanan senantiasa steril.
Tanggapan Positif dari Para Siswa
Penerapan program MBG ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa penerima manfaat. Selain menyehatkan, menu makanan yang disajikan dinilai sangat variatif dan lezat setiap harinya.
“Menu makanan dari MBG ini selalu enak-enak, menunya bervariasi seperti ada ayam, sayur, sambal goreng tempe, sampai buah duku. Kalau hari-hari lain biasanya ada ikan, telur, dan sayuran yang tidak pernah ketinggalan, serta buahnya juga bergantian kadang jeruk, semangka, duku, dan buah lainnya,” ungkap Arif, salah seorang siswa kelas XI saat ditemui di sekolah.
Hal senada juga dirasakan oleh siswa lainnya, Santi, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG ini karena dapat membantu meringankan pengeluaran sehari-hari.
“Kami tentu sangat senang sekali dengan adanya program MBG ini, selain makanannya enak dan bergizi, kami juga bisa menghemat uang jajan harian dari yang biasanya sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000,” ujar Santi dengan antusias.
Melalui sinergi pengawasan ketat dari Tim Asistensi, kedisiplinan SOP di tingkat dapur SPPG, serta inovasi metode penyajian yang lebih interaktif, program MBG di Tarakan diharapkan mampu terus berjalan optimal dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.(Ifa)












