HUT ke-18 Gerindra: Aksi Nyata di Pantai Amal, dari Bersih Sampah Hingga Wacana Mesin Pencacah
Paguntara.com, TARAKAN – Merayakan hari jadi ke-18 dengan cara yang berbeda, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Tarakan turun ke lapangan untuk menunjukkan kepedulian lingkungan.
Bertempat di pesisir Pantai Amal, RT 14, para kader menggelar aksi bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Aksi lingkungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD Gerindra Kaltara, Ibnu Saud Is, bersama Ketua DPC Gerindra Tarakan, Muhammad Yunus.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instruksi langsung dari pusat.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah tingginya volume sampah plastik, terutama botol-botol bekas yang digunakan oleh pembudidaya rumput laut.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Yunus mengungkapkan rencana strategis partai untuk mendorong pengadaan mesin pencacah plastik.
> “Kita akan cari pasarnya. Jika ada, partai akan mendorong pengadaan mesin pencacah plastik agar sampah ini tidak dibuang ke laut, tapi diolah menjadi barang bernilai ekonomis bagi masyarakat,” tegas Yunus.
Untuk uji coba Mitigasi Abrasi, selain memunguti sampah, sebanyak 100 bibit mangrove turut ditanam di kawasan tersebut.
Yunus menguraikan bahwa penanaman ini merupakan langkah uji coba mengingat struktur tanah Pantai Amal yang cenderung berpasir dan memiliki ombak yang cukup besar.
Pihaknya menargetkan mitigasi abrasi di pesisir Tarakan sementara untuk evaluasi yakni jika bibit mampu bertahan di media pasir, penanaman akan dilakukan secara masif. Jika tidak, partai akan mencari lokasi berlumpur yang lebih representatif.
Sebagai bentuk rasa syukur di usia ke-18 tahun, rangkaian acara ditutup dengan pembagian santunan kepada masyarakat sekitar.
Gerindra berharap kehadiran partai dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, sesuai arahan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
Di akhir kegiatan, Yunus juga memberikan pesan edukatif kepada para pelaku usaha rumput laut agar lebih bijak dalam mengelola limbah botol plastik demi menjaga kelestarian ekosistem laut Tarakan. (***)












