Dari Pupuk hingga Alat Mesin Pertanian, Rismanto Serap Kebutuhan Mendesak Petani di Perbatasan
Paguntara.com – NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, kembali turun ke lapangan untuk menjemput aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dalam agenda reses awal tahun 2026 yang digelar di Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, Senin (23/2), sektor pertanian menjadi isu utama yang disuarakan warga.
Rismanto mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat di Desa Binusan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Oleh karena itu, ketersediaan sarana produksi pertanian (saprodi) menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
“Masyarakat meminta pengadaan pupuk bersubsidi, bibit tanaman hortikultura, mesin penggilingan padi, hingga pompa pestisida. Aspirasi ini sangat mendasar bagi produktivitas mereka,” terang Rismanto.
Politisi yang satu ini menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama ketahanan pangan. Terlebih, penguatan sektor ini selaras dengan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang fokus pada kedaulatan pangan.
“Pangan adalah sektor vital yang berasal dari keberhasilan program pertanian. Ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Selaku wakil rakyat, saya akan membawa usulan ini ke DPRD Kaltara dan Pemerintah Provinsi untuk dibahas dan diupayakan realisasinya,” tegasnya.
Selain persoalan tani, Rismanto juga menerima keluhan terkait infrastruktur desa. Warga mengeluhkan kondisi jembatan kayu yang sudah lapuk dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Warga meminta adanya pembangunan jembatan permanen. Kondisi saat ini sudah sangat rentan memicu kecelakaan. Ini juga menjadi prioritas yang akan kami perjuangkan karena menyangkut mobilitas dan keselamatan warga desa,” tambahnya.
Rismanto berkomitmen seluruh catatan dari masa reses ini akan diperjuangkan secara maksimal agar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. (***)












