Bidik Ekspor Bernilai Fantastis, DPRD Kaltara Dalami Hilirisasi Kratom di Kutai Kartanegara

Bidik Ekspor Bernilai Fantastis, DPRD Kaltara Dalami Hilirisasi Kratom di Kutai Kartanegara

Paguntara.com – TENGGARONG– Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai bergerak cepat memetakan potensi ekonomi baru di sektor perkebunan.

Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir, SE., MM. ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (16/04/2026).

Kunjungan ini merupakan respons progresif atas terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 dan 21 Tahun 2024 yang telah melegalkan tata niaga ekspor tanaman Kratom (Mitragyna speciosa)

Kaltara membidik komoditas endemik Kalimantan ini untuk dijadikan motor penggerak ekonomi baru melalui konsep hilirisasi industri.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar tersebut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa Kaltara tidak ingin sekadar menjadi pemasok bahan mentah. Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi ekstraksi untuk mendongkrak nilai jual komoditas.

“Data menunjukkan harga serbuk kratom hanya di kisaran USD 30–50 per kilogram. Namun, jika kita masuk ke hilirisasi dan menghasilkan ekstrak konsentrasi tinggi, harganya bisa melambung hingga **USD 6.000 atau setara Rp 90 juta per kilogram**. Inilah nilai tambah yang harus kita kejar untuk kesejahteraan masyarakat Kaltara,” tegas politisi Golkar tersebut.

Kunjungan ini juga bertujuan mempelajari konsep One District One Industry (ODOI) yang tengah dikembangkan Pemkab Kukar. Nasir menilai, kepastian hukum dari pemerintah pusat harus dijawab dengan kesiapan ekosistem di daerah, mulai dari regulasi lokal, infrastruktur, hingga kesiapan SDM petani.

Kedatangan rombongan legislatif dan eksekutif Kaltara ini disambut hangat oleh Sekda Kabupaten Kukar bersama Ketua Komisi II DPRD Kukar, serta jajaran lengkap dinas teknis terkait (Perkebunan, LHK, Pertanian, dan Perindag).

Keseriusan DPRD Kaltara dalam menjajaki potensi ini terlihat dari komposisi rombongan yang melibatkan pejabat teras Pemprov Kaltara, di antaranya, H. DT. Iqro Ramadhan(Asisten Pemerintahan dan Kesra) dan Dr. Bustan (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Para Kepala Dinas teknis (Pertanian, Perindagkop, dan Kehutanan).

Pasca-kunjungan ini, DPRD dan Pemprov Kaltara akan merumuskan rekomendasi kebijakan yang mencakup pemetaan lahan budidaya, standarisasi mutu ekspor sesuai ketentuan mikrobiologi, serta pembentukan klaster industri yang melibatkan koperasi dan UMKM lokal.

“Kita memiliki habitat asli tanaman yang sama dengan Kukar. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis Kratom dapat menjadi flagship product aru yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Bumi Benuanta,” tutup Nasir. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published.