Ketua Komisi III DPRD Kaltara Soroti Jam Operasional SPBU dan Digitalisasi Pembayaran di Tarakan

Ketua Komisi III DPRD Kaltara Soroti Jam Operasional SPBU dan Digitalisasi Pembayaran di Tarakan

Paguntara.com – TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, menyoroti ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kaltara menjelang hari raya Idulfitri 2026. Hal tersebut ditegaskannya saat menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina Tarakan, Rabu (4/3).
Jufri mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketidakpastian operasional di sejumlah SPBU maupun APMS.

Menurut pantauannya, banyak stasiun pengisian yang hanya beroperasi selama beberapa jam, padahal kebutuhan masyarakat akan BBM diprediksi akan terus meningkat dalam dua pekan ke depan.

“Kami meminta pihak Pertamina untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan DPRD Kaltara terkait kebutuhan masyarakat dan industri. Ini penting agar stok BBM untuk lebaran aman dan operasional di lapangan bisa berjalan lancar,” ujar Jufri.

Ia menambahkan, keluhan masyarakat mengenai keterbatasan operasional SPBU yang sering buka-tutup kini sangat cepat tersebar di media sosial, mulai dari wilayah perkotaan hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, langkah antisipasi harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Selain masalah ketersediaan stok, politisi ini juga mengingatkan Pertamina untuk memperketat standar pelayanan di lapangan, terutama terkait aspek keselamatan (K3). Ia menekankan pentingnya penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengawasan terhadap kendaraan yang tetap menyalakan mesin saat pengisian.

“Masalah api ini sangat rawan. Pertamina perlu tegas, misalnya jika ada kendaraan yang masih menyala saat pengisian, harus ditegur. Lebih baik kita mencegah sejak dini daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Jufri juga mendorong Pertamina untuk mempercepat adaptasi teknologi dalam sistem pembayaran. Ia menyayangkan masih minimnya fasilitas pembayaran non-tunai atau QRIS di SPBU wilayah Tarakan.

“Di zaman teknologi canggih seperti sekarang, masyarakat sudah jarang membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Penggunaan QRIS perlu segera dimaksimalkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen,” pungkasnya. (ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.