Menelusuri Jejak Pejuang Yang Terlupakan: Makam Puang Muhammad Ali Di Pulau Sadau Bakal Dipugar

Menelusuri Jejak Pejuang yang Terlupakan: Makam Puang Muhammad Ali di Pulau Sadau Bakal Dipugar

Paguntara.com – TARAKAN – Di tengah rimbunnya hutan Pulau Sadau, tersimpan jejak sejarah seorang pejuang kemerdekaan dan tokoh adat lintas budaya, Puang Muhammad Ali.

Sayangnya, makam sosok yang wafat pada tahun 1918 tersebut kini ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan terisolasi oleh belantara.

Kondisi ini terungkap saat rombongan peziarah yang terdiri dari tokoh legislatif dan pemangku adat melakukan kunjungan ke lokasi makam di RT 13, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat, Selasa (24/03/2026).

Untuk mencapai titik makam yang berjarak 100 meter dari bibir pantai, tim harus berjibaku memotong akar pohon dan rumput liar yang menutupi akses jalan.

Ziarah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting Kaltara, di antaranya yakni Jufri Budiman, S.Pd, M.M (Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltara), Muhammad Yunus, S.H (Ketua DPRD Tarakan), Wira Raja Tidung Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris, Tokoh agama Kyai H. Zainuddin Dalilla serta keturunan cucu buyut almarhum.

Puang Muhammad Ali bukan sekadar nama. Beliau adalah tokoh asal Bone, Sulawesi Selatan, yang menghabiskan masa hidupnya berjuang demi rakyat di wilayah Kalimantan Timur bagian Tenggara (kini Kalimantan Utara).

Perannya sangat sentral dalam menyatukan visi budaya Bone dan Tidung di masa penjajahan Belanda.

Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menegaskan bahwa mengabaikan makam leluhur sama saja dengan melupakan sejarah perjuangan bangsa.

> “Kita berhutang budi pada perjuangan beliau dalam memajukan budaya Bone dan Tidung di Kalimantan Utara. Tanpa pondasi yang mereka bangun, kita tidak akan berada di posisi saat ini,” ujar Jufri Budiman.

Sebagai bentuk penghormatan nyata, Jufri Budiman bersama Ketua DPRD Tarakan dan pemangku adat Tidung berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan total terhadap kondisi makam serta membangun akses jalan yang layak bagi para peziarah.

Langkah responsif ini mendapat sambutan hangat dari Wira Raja Tidung, Aji Pengiran H. Mochtar Basri Idris.

Beliau mengapresiasi kepedulian para wakil rakyat terhadap pelestarian situs sejarah budaya di Kaltara.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini. Semoga niat baik untuk menjaga marwah leluhur kita dibalas dengan keberkahan oleh Allah SWT,” tuturnya menutup prosesi ziarah.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published.