Vamelia Ibrahim : Emansipasi Bukan Sekadar Menuntut Peluang, Tapi Membuktikan Kompetensi

Vamelia Ibrahim: Emansipasi Bukan Sekadar Menuntut Peluang, Tapi Membuktikan Kompetensi

Paguntara.com – TANJUNG SELOR– Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Vamelia Ibrahim, melontarkan pesan kuat mengenai makna emansipasi perempuan di era modern.

Menurutnya, kesetaraan gender saat ini tidak lagi hanya soal menuntut kesempatan, melainkan pembuktian diri melalui kompetensi dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Vamelia saat menjadi penanggap utama dalam seminar pre-event Hari Kartini yang digelar oleh Fakultas Pertanian Universitas Kalimantan Utara (Unikal) bersama Yayasan Pionir Bulungan, Kamis (16/04/2026).

Seminar bertajuk “Dari Emansipasi ke Aksi Iklim: Memperkuat Kesetaraan Gender, Partisipasi, dan Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim di Indonesia” ini menjadi panggung bagi para women champions (perempuan tangguh) dari Desa Antutan, Long Sam, dan Long Beluah untuk berbagi kisah sukses.

Dalam forum tersebut, Vamelia memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh-tokoh seperti Noviana Liling (Ketua KUPS Perempuan Femung Hilmet) dan Raberti Ngang (KUPS Dedur Leto).

Keduanya dinilai sukses mendobrak stigma dengan mengelola Perhutanan Sosial, sektor yang selama ini didominasi laki-laki menjadi sumber ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Ibu-ibu di desa ini adalah bukti hidup. Emansipasi bukan sekadar meminta ruang, tapi juga membuka wawasan dan memiliki keinginan kuat untuk naik kelas.

Dengan pendampingan yang tepat, mereka kini menjadi penggerak ekonomi bahkan mampu berbicara di level nasional,” ujar Vamelia di hadapan ratusan mahasiswa.

Sebagai legislator dengan perolehan suara terbanyak, Vamelia juga menyoroti peran perempuan di ranah kebijakan.

Mengutip Journal of Development Economics, ia memaparkan bahwa pemimpin perempuan cenderung melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan sosial serta kelestarian lingkungan.

Meski regulasi memberikan kuota 30 persen bagi perempuan di legislatif, Vamelia mengingatkan bahwa itu hanyalah pintu masuk.

“Kualitaslah yang menentukan keberlanjutan mandat tersebut. Saya harus membuktikan kelayakan saya melalui kerja nyata, bukan sekadar memenuhi angka keterwakilan,” tegasnya.

Di hadapan mahasiswa Unikal, ia mengajak generasi muda untuk terus mengasah kapasitas diri dan berani bermimpi besar, meneladani api semangat R.A. Kartini.

Ia juga berharap model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Yayasan Pionir Bulungan dapat direplikasi secara luas, termasuk ke wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Vamelia menutup orasinya dengan ajakan untuk menjadikan pejuang lingkungan dari desa sebagai cermin bagi perempuan Kaltara lainnya.

“Buktikan bahwa kita layak mendapatkan kesetaraan. Jadikan semangat para ibu-ibu tangguh di desa sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi Bumi Benuanta,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published.