Ironi SPBU Tarakan : Omzet besar tapi tak terima Non – Tunai, Jufri Budiman : “Kalah sama Perthasop”

Ironi SPBU Tarakan: Omzet Besar Tapi Tak Terima Non-Tunai, Jufri Budiman: “Kalah Sama Pertashop!”

TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, S.Pd., M.M., melayangkan kritik pedas terhadap manajemen sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tarakan.

Pasalnya, di tengah masifnya kampanye digitalisasi keuangan oleh Bank Indonesia, masih ditemukan SPBU besar di Tarakan yang enggan menyediakan fasilitas pembayaran non-tunai seperti QRIS atau debit.

Kekesalan ini diungkapkan Jufri Budiman di sela-sela kegiatannya membagikan takjil Ramadhan di perempatan GTM Tarakan, Jumat sore (27/02/2026). Ia menilai ketidaksiapan SPBU ini sebagai sebuah langkah mundur bagi kota yang mengusung konsep Smart City.

“Ini kan lucu. Pemerintah melalui Bank Indonesia dan perbankan sudah kampanye ke sana-sini soal non-tunai. Bahkan UMKM se-Kaltara sudah pakai QRIS. Tapi SPBU yang mitra Pertamina justru tidak menyiapkan fasilitas itu,” cetus Jufri kepada awak media.

Politisi Partai Gerindra ini menceritakan pengalaman pribadinya saat menemukan SPBU besar di Tarakan yang hanya menerima pembayaran tunai (cash).

Hal ini dianggap sangat menyulitkan masyarakat yang kini sudah mulai terbiasa bertransaksi menggunakan ponsel tanpa membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

Jufri juga menyoroti ironi di mana usaha kecil seperti Pertashop justru jauh lebih adaptif terhadap teknologi dibandingkan SPBU dengan omzet besar.

“Ada stasiun pengisian kecil (Pertashop, red) itu sudah menggunakan QRIS. Ini jadi pertanyaan saya, kenapa SPBU yang sudah berpengalaman dan omzetnya besar malah bikin ribet masyarakat? Di warung dan pasar saja sudah pakai QRIS, masa standar SPBU tidak ada?” tegasnya.

Guna menindaklanjuti keluhan masyarakat dan temuan lapangan ini, Jufri menyatakan akan segera mengambil langkah formal. Sebagai Ketua Komisi III, ia berencana memanggil pihak Pertamina di Kota Tarakan untuk meminta penjelasan dan mendesak adanya perubahan standar pelayanan.

Menurutnya, sistem non-tunai bukan hanya soal gaya hidup, melainkan juga soal transparansi pengelolaan keuangan dalam pelayanan publik.

“Saya akan panggil Pertamina. Saya berharap pengusaha SPBU di Tarakan segera berinovasi. Jangan sampai kalah dengan daerah lain yang pelayanannya sudah serba dimudahkan. Masyarakat punya pilihan, mau tunai atau non-tunai, yang penting fasilitasnya disiapkan,” pungkas Jufri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.