Don Muzakir Sebut APPSI Fokus Jaga Stabilitas Harga Sembilan Bahan Pokok dan Dorong Revitalisasi Pasar

Don Muzakir Sebut APPSI Fokus Jaga Stabilitas Harga Sembilan Bahan Pokok dan Dorong Revitalisasi Pasar

Paguntara.com – TARAKAN– Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Don Muzakir, menegaskan pentingnya peran APPSI dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga barang di pasar tradisional.

Hal ini disampaikannya ketika dikonfirmasi oleh Paguntara.com di sela-sela kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW APPSI Kalimantan Utara yang bertempat di Aula Hotel Galaxy Tarakan pada Sabtu (11/7/2026).

Don Muzakir menjelaskan bahwa salah satu fokus utama APPSI saat ini adalah memastikan pasokan barang yang telah disubsidi pemerintah, seperti Minyakita, dapat terdistribusi 100 persen ke pasar rakyat tanpa adanya kelangkaan. Sesuai instruksi Presiden, 30 persen dari produksi CPO perusahaan besar diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Kami meminta kepada Badan Pangan dan Bulog agar alokasi yang ke pasar ini benar-benar 100 persen masuk ke pasar tradisional untuk menjaga stabilitas. Jangan dialihkan ke hal lain agar tidak terjadi kelangkaan, baik minyak kita maupun beras SPHP,” ujar Don Muzakir.

Selain menjaga pasokan, APPSI juga berkomitmen melakukan pendampingan kepada para pedagang agar harga jual di pasar tetap terkontrol dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“APPSI perannya sangat penting di sini, APPSI Kaltara sendiri yang baru terbentuk bisa studi banding ke APPSI Jakarta dan Jawa Barat.” tukasnya.

Ia menyebut upaya ini diharapkan dapat menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di pasar tradisional agar semakin ramai dikunjungi konsumen, hal ini melalui campur tangan APPSI.

Terkait infrastruktur, DPP APPSI secara tegas mendorong pemerintah daerah untuk mengevaluasi proyek pembangunan pasar baru. Berdasarkan hasil survei di berbagai daerah, banyak bangunan pasar baru yang akhirnya terbengkalai dan tidak berfungsi efektif.

APPSI menyarankan agar pemerintah lebih berfokus pada program revitalisasi terhadap pasar-pasar yang sudah ada namun fasilitasnya kurang memadai.

“Buat apa membangun pasar baru kalau pasar yang bagus ada tapi kurang efektif? Lebih baik kita lakukan pemberdayaan dan revitalisasi agar pasar tersebut betul-betul bagus. Masalah kebocoran, banjir, sanitasi, dan sampah, itu yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Melalui momentum Muswil ini, Don Muzakir menaruh harapan besar kepada Ketua DPW APPSI Kaltara terpilih, Jufri Budiman, untuk segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pasar yang tersebar di wilayah Kalimantan Utara.

Mengingat geografis Kaltara yang cukup menantang, pendataan pelaku ekonomi kerakyatan hingga ke daerah pelosok menjadi krusial agar mereka dapat tersentuh oleh program-program bantuan dari pemerintah, termasuk kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pasokan barang.

Langkah ini juga selaras dengan visi program ekonomi kerakyatan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membangkitkan kemandirian pedagang pasar. (Ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.