Kabupaten Tana Tidung Optimalkan Potensi Pertanian dan Perikanan, DPD TMI Tana Tidung Siap Petakan 32 Desa

Kabupaten Tana Tidung
Optimalkan Potensi Pertanian dan Perikanan, DPD TMI Tana Tidung Siap Petakan 32 Desa

Paguntara.com – TARAKAN – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Tani Merdeka Indonesia (DPP TMI), Don Muzakir, memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) TMI di empat kabupaten yang baru saja dilantik pada Sabtu (11/7/2026).

Don Muzakir meminta seluruh pengurus untuk langsung bekerja maksimal dan menyelesaikan perencanaan kerja dalam kurun waktu sepekan. Jika target tersebut tidak terpenuhi, dirinya menegaskan tidak akan segan untuk melakukan reshuffle kepengurusan.

Menanggapi instruksi tersebut, Ketua DPD TMI Kabupaten Tana Tidung, Sulaiman, menyatakan kesiapannya untuk segera bergerak cepat. Langkah awal yang akan diambil oleh DPD TMI Tana Tidung adalah melakukan pemetaan wilayah secara menyeluruh di 32 desa yang tersebar di kabupaten tersebut.

“Kami dari DPD TMI Kabupaten Tana Tidung akan mengakomodir arahan Ketua Umum. Besok, saya selaku ketua bersama pengurus akan langsung melakukan pemetaan wilayah terlebih dahulu. Kita ketahui Kabupaten Tana Tidung terdiri dari 32 desa, kami akan memetakan wilayah mana saja yang potensial untuk persawahan, perkebunan, maupun sektor perikanan,” ujar Sulaiman saat ditemui Paguntara.com usai pelantikan.


Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Hilir ini menjelaskan bahwa program utama DPD TMI Tana Tidung akan difokuskan untuk menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, mulai dari tingkat daerah hingga ke tingkat desa.

Salah satu inovasi yang tengah berjalan dan menjadi perhatian khusus adalah pemanfaatan pekarangan rumah warga yang tidak produktif untuk dijadikan lahan persawahan (cetak sawah skala rumah tangga).

“Sekarang ini kami fokus pada pemanfaatan lahan sawah di pekarangan rumah, Di Desa Sengkong sendiri lahan pekarangan cukup luas antara 20 sampai 30 meter, jadi kenapa ini gak dimanfaatkan? Dengan begitu bisa fokus produktif untuk keluarga terlebih dulu, hal ini tentu berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat kedepannya.” Ungkapnya.

Pendekatan ini sengaja dibalik dari skala mikro terlebih dahulu agar langsung menyentuh dan menopang ekonomi keluarga secara riil.

Meski demikian, Sulaiman tidak menampik adanya kendala di lapangan, khususnya terkait minimnya sarana dan prasarana, pengelolaan lahan masih menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul saja dan sejenisnya.

Permasalahan Utama: Keterbatasan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung optimalisasi lahan yang ada.

Hasil pemetaan wilayah yang dilakukan dalam minggu ini akan dijadikan dasar untuk mengajukan usulan bantuan Alsintan dan program pendukung lainnya ke pemerintah daerah maupun pusat.

Kehadiran TMI di Kabupaten Tana Tidung disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat setempat. Tidak hanya dari warga, sinergi positif juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.

Sulaiman membeberkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, yang menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung keberadaan TMI agar dapat berjalan selaras dengan program pembangunan daerah maupun program nasional.

Dengan dukungan kuat tersebut, DPD TMI Tana Tidung optimistis dapat mengoptimalkan kembali lahan-lahan tidur dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Bumi Upun Taka. (Ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.