Terpilih Aklamasi, Ketua DPW APPSI Kaltara, Jufri Budiman Siap Revitalisasi Pasar Terbengkalai
Paguntara.com – TARAKAN– Jufri Budiman resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Utara (Kaltara). Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar di aula Hotel Galaxy Tarakan, Sabtu (11/7/2026).
Acara pelantikan dan pengukuhan ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud, Ketua Harian DPP APPSI Don Muzakir, serta perwakilan anggota APPSI dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltara.
Usai dinyatakan terpilih, Jufri Budiman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengurus yang telah memberikan kepercayaan untuk menakhodai APPSI Kaltara. Ia menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukannya adalah merampungkan susunan struktur kepengurusan.
“Tentu yang pertama kami akan membentuk struktur dahulu, sesudah itu melaporkan ke DPP, dan melanjutkan ke proses pelantikan,” ujar Jufri saat ditemui Paguntara.com usai acara, Sabtu (11/7/2026).
Jufri menjelaskan bahwa APPSI Kaltara di bawah kepemimpinannya akan memosisikan diri sebagai jembatan strategis yang menghubungkan para pedagang di daerah dengan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Kami sebagai jembatan dari pedagang ke pemerintah. Tentu saya akan turun langsung ke pedagang-pedagang untuk memetakan apa yang mereka butuhkan, dan apa yang perlu kita perjuangkan ke pusat,” tutur anggota legislatif di Kaltara ini.
Salah satu program kerja krusial yang menjadi perhatian utama Jufri adalah kondisi infrastruktur pasar di Kaltara.
Berdasarkan pengamatannya selama berkeliling ke lima kabupaten/kota di Kaltara, ia menemukan banyak fasilitas pasar yang memprihatinkan, bahkan terbengkalai.
“Banyak pasar yang terbengkalai dan rusak, itu yang perlu perbaikan-perbaikan termasuk akses jalan perlu menjadi perhatian.
Di Tarakan sendiri seperti Pasar Beringin, Pasar Markoni dan Pasar Gusher, ini semua akan menjadi PR kami. Termasuk juga di empat kabupaten lainnya, bahkan ada pasar di wilayah perbatasan yang baru dibuat tapi rusak dan tidak digunakan,” ungkapnya.
Selain perbaikan fisik, Jufri juga berkomitmen memperjuangkan harga sewa lapak yang terjangkau bagi para pedagang.
Menurutnya, biaya sewa yang tinggi akan sangat memengaruhi harga jual barang ke konsumen.
“Kita ingin pedagang mendapatkan tempat yang layak dan harga sewa tidak terlalu tinggi. Kalau sewa murah, itu akan berpengaruh pada harga penjualan yang juga bisa lebih murah,” tambah Jufri.
Melalui program revitalisasi pasar dan penguatan rantai pasok, Jufri berharap APPSI Kaltara dapat membantu masyarakat mendapatkan sembilan bahan pokok (sembako) dengan mudah dan harga yang stabil dengan pengawasan dari hulu ke hilir.
“Kita akan kawal dari petaninya, pedagangnya, sampai ke pembeli atau customer. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan mudah dan harga yang tentunya stabil,” pungkasnya. (Ifa)












